Mencegah Gas Karbon Monoksida dalam Mobil

Apa itu Karbon monoksida atau CO?

Gas CO adalah gas beracun yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak merangsang selaput lendir, dan sedikit lebih ringan dari udara sehingga mudah menyebar. Karbon monoksida (CO) dihasilkan dari pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara), rokok yang sedang menyala, dan gas buangan kendaraan bermotor yang pembakarannya tidak sempurna.

Apa bahaya gas karbon monoksida (CO)?:

Gas Karbonmonoksida sering dijuluki sebagai “silent killer” karena gas ini mampu membunuh seseorang tanpa orang itu tahu kalau sedang teracuni. Banyak kematian karena gas CO terjadi di dalam mobil yang tertutup rapat dan korban sedang tertidur pulas. Gejala awalnya seperti layaknya orang yang mengantuk, pusing, dan lemas. Ini membuat orang tersebut ingin tidur langsung di dalam mobil. Jika orang tersebut tertidur pulas di dalam mobil yang sedang tertutup rapat, dan kebocoran gas sedang terjadi, maka hal itu benar-benar dapat membahayakan nyawanya.

Mengapa gas (CO) bisa sangat berbahaya?

Keberadaan gas CO akan sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia karena gas itu akan menggantikan posisi oksigen yang berikatan dengan haemoglobin dalam darah. 

Haemoglobin (Hb) merupakan protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. 

Ikatan Hemoglobin dengan Karbon monoksida disebut Karboksihemoglobin.

Hb lebih mudah terikat dengan CO daripada dengan Oksigen (O2). Ikatan Hb dengan CO lebih kuat 200-300 kali daripada ikatan Hb dengan O2. Sehingga tubuh akan kekurangan oksigen, padahal oksigen sangat dibutuhkan untuk metabolisme tubuh, yakni untuk proses pembakaran dalam tubuh dan pernafasan. Kemudian gas CO terbawa darah dan mengalir ke dalam jantung, otak, serta organ vital. Ini akan menyebabkan sakit kepala, pusing, mudah tersinggung , lemas, mual, muntah, sakit pada dada dan merasa linglung, serta susah untuk mengontrol buang air. Jika kadarnya sudah tinggi maka bisa menyebabkan kehilangan kesadaran dan kematian yang cepat.

Orang yang menghirup gas karbon monoksida biasanya akan lemas, luar biasa mengantuk dan seperti berhalusinasi. Sedikit sekali yang bisa menggerakkan tangan untuk sekedar membuka pintu mobil, atau meminta pertolongan.

Namun demikian, Ikatan CO-Hb tidak bersifat permanen alias reversible. Jika segera ditangani maka ada kemungkinan korban masih bisa diselamatkan, namun kemungkinan dia akan mengalami kerusakan otak dan sistem saraf, yang mempengaruhi perilaku dan tingkat kepintarannya, pertumbuhan yang lambat, dan sakit kepala.

Bagaimana memberikan pertolongan pertama pada korban keracunan karbonmonoksida (CO)?
Bila terjadi keracunan gas karbon monoksida, maka untuk pertolongan pertama adalah

Segera bawa korban ke tempat yang jauh dan aman dari sumber karbon monoksida.
  • Longgarkan pakaian korban supaya dia mudah bernafas.
  • Pastikan korban masih bernafas dan segera berikan oksigen murni.
  • Korban harus istirahat dan usahakan tidak banyak bergerak, ini penting karena gerakan otot dapat meningkatkan kebutuhan oksigen pada otot bukan pada otak, yang bisa menyebabkan persediaan oksigen ke otak menjadi berkurang.
  • Kemudian segera bawa korban ke rumah sakit terdekat.

Berikut beberapa tips agar terhindar dari keracunan gas karbon monoksida dalam mobil:

Secara rutin periksa sistem pembuangan kendaraan Anda setiap tahunnya, kebocoran kecil bisa memicu gas beracun CO masuk ke dalam mobil.

Melakukan servis AC mobil secara rutin, minimal enam bulan sekali. Selain memastikan kondisi penyejuk ruang kabin dalam kondisi baik, juga bisa mengetahui potensi adanya kebocoran. Kebocoran AC mobil biasanya disebabkan kerapuhan pada ekspansi AC. Dikarenakan, usia ekspansi hanya satu tahun, dan selebihnya berisiko rapuh dan menyebabkan kebocoran pada selang.

Jika beristirahat di dalam mobil, jangan menutup semua kaca dan pintu dengan penyejuk udara yang masih menyala.

Jangan menyalakan mobil di dalam garasi yang sedang tertutup, gas karbonmonoksida bisa cepat memenuhi ruangan.

Untuk itu periksakan selalu seluruh kondisi kendaraan agan2 sekalian. Bukan hanya menghindarkan dari kecelakaan lalu lintas tapi bisa menghindari keracunan akibat gas CO.
kaskus.co.id

read more

KEBIASAAN PERAWATAN MISS V YANG SALAH


Nah, sudahkah perawatan yang Anda lakukan tepat? Untuk menghindari resiko yang tak diinginkan, ada baiknya Anda menghentikan kebiasaan merawat miss V berikut ini.

1. Menggunakan Sabun Pembersih Setiap Hari

Ada baiknya Anda mulai mengurangi penggunaan sabun pembersih miss V secara harian/rutin. Hal ini untuk menjaga keasaman alami miss V dan bakteri baik yang melindunginya. Bahkan menurut Elizabeth Steward, seorang direktur dari Vulvovaginal Service di Harvard Vanguard Medical Association, AS, wanita tidak perlu menggunakan sabun pembersih dan penyegar.

Bila Anda merasa gatal, bersihkan miss V dengan air hangat, kemudian basuh dengan air dingin dan keringkan dengan handuk bersih. Gunakan pakaian dalam yang bersih setelahnya.

2. Penggunaan Pantyliner/Pembalut

Kebanyakan wanita masih kurang kesadaran untuk mengganti pantyliner atau pembalutnya secara rutin. Idealnya, wanita perlu mengganti pembalut setiap 3 jam sekali di beberapa hari pertama dan 6 jam sekali menjelang akhir masa menstruasi. Sedangkan untuk penggunaan pantyliner, sebaiknya diganti setiap 6 jam sekali.

Hal ini untuk mengurangi kelembaban berlebih di area vagina, karena dapat menimbulkan resiko keputihan dan tidak nyaman.

3. Menggunakan Bedak di Area Miss V

Bagi beberapa wanita, mereka merasa perlu menggunakan bedak di sekitar lipatan paha untuk mengurangi gerah. Namun sebenarnya tindakan ini cukup beresiko karena penggunaan jangka panjang bisa membahayakan kesehatan miss V. Sebaiknya Anda menggunakan pakaian yang berbahan katun dan menghindari celana dalam maupun celana bawahan yang ketat.

Selain itu, hindari terlalu lama duduk sambil melipat kaki (kaki satu bertumpu di kaki yang lain), Hal ini juga potensi membuat area miss V tidak nyaman dan berkeringat. Pose melipat kaki juga tidak disarankan karena mengganggu sirkulasi darah yang penting di sekitar area duduk Anda (paha, pinggul dan punggung bawah).

4. Tak Memperhatikan Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi merupakan indikasi kondisi kesehatan miss V. Bila Anda mengalami flek sebelum menstruasi atau mengalami menstruasi terlambat, atau bahkan belum juga menstruasi dalam sebulan atau dua bulan, hal ini menjadi bahasa tubuh Anda bahwa ada sesuatu yang salah.

Mungkin hal ini bisa jadi gejala dari stres ringan, namun bisa juga menjadi gejala penyakit. Ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat pengarahan dan tips mengatasinya.


read more

TIPS MEMBELI SEPEDA MOTOR SECOND


Agar tidak tertipu dalam membeli motor bekas. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli motor bekas :

  1. Cek harga pasaran
  2. Cek nomor rangka dan mesin motor - untuk Mitra Humas yang berada di jajaran Polda Metro Jaya silahkan Cek nomor Polisi melalui layanan SMS layanan Polisi
  3. Cek kondisi fisik - Periksa kondisi body, spion, baut, dan lain sebagainya, apakah semua parts masih orisinil atau tidak.
  4. Cek kondisi oli motor - Usahakan buka dan ukur oli yang ada di dalam mesin. Pastikan ukuran oli tidak berlebihan, karena oli yang berlebih akan membuat suara mesin menjadi lebih halus, sehingga dapat menyembunyikan suara asli motor yang mungkin berbunyi kasar atau berisik.
  5. Cek speedometer - Pastikan agar tidak ada retak atau adanya bekas pembongkaran. Lihat jumlah berapa km yang telah ditempuh oleh motor tersebut. Jika diatas 20.000 km maka dapat dipastikan akan banyak sekali komponen mesin yang akan segera  diganti.
  6. Hidupkan mesin motor - Coba hidupkan mesin motor tersebut, apakah bisa stationer atau langsam. Karena kondisi pada mesin yang tidak bermasalah dapat langsam pada putaran kurang lebih 1500 rpm.
  7. 7. Cek perpindahan gigi - Jalankan kendaraan dan perhatikan posisi perpindahan gigi apakah terasa sulit atau tidak. Apabila terasa sulit berarti menandakan kampas kopling motor tersebut akan segera habis. Kemudian jika terdengar suara mendesir pada saat motor berjalan, Kemungkinan besar gigi primer dari motor tersebut akan segera habis.
  8. Cek rangka atau sasis motor - Perhatikan kelurusan roda motor depan dan belakang, dan pastikan bahwa rangka atau sasis motor tersebut tidak ada kebengkokkan. Jalankan sekitar 40km/jam dan tekan rem sedikit mendadak untuk memastikan motor tidak sulit dikendalikan. Hal ini berguna untuk mendeteksi lurusnya sasis dan poros setang atau setir.
  9. Cek kebocoran - Usahakan dapat mencoba jalankan motor lebih lama, dan setelah motor dijalankan kurang lebih sekitar 500 meter. Perhatikan apakah terlihat adanya oli yang bocor melalui sela-sela mesin. Atau adanya air radiator bocor bagi motor yang menggunakan radiator.
  10. Cek kondisi kelistrikan - Periksa juga kelistrikan dan lampu-lampu, apabila semua berfungsi atau hidup, berarti tidak ada kerusakan pada komponen dan kondisi aki motor tidak ada permasalahan.
  11. Cek kondisi roda - Lakukan pengecekan terhadap kondisi Roda, kelurusan antara roda depan dengan roda belakang, hal ini untuk meyakinkan bahwa chasis atau rangka tidak membengkok, motor yang mengalami jatuh atau benturan keras bisa menyebabkan kebengkokan pada chasis.
  12. Kalau bisa cobalah test drive - Mintalah kepada si penjual agar bisa mencoba mengendarai motor tersebut dengan begitu akan bisa merasakan apakah motor tersebut ada kelainan atau tidak pada handling atau pada akselerasinya, dll.

read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
<><>
 
Copyright © terberita news | Powered by Blogger | Terberita Blog