TIPS MUDAH ATASI DEPRESI

1. Biarkan tubuh mendapat cukup cahaya dan sinar matahari

Kurangnya paparan sinar matahari akan memicu keluarnya hormon melatonin lebih banyak. Hormon ini dapat memicu perasaan putus asa dan depresi. Hormon melatonin keluar jika seseorang ada dalam ruangan yang gelap. Kebanyakan melatonin dapat menurunkan suhu tubuh dan membuat orang lemas. Jika orang yang sedang merasa depresi selalu mengurung diri di dalam kamar dengan tirai tertutup, maka akan sulit baginya mengatasi depresi.

2. Menyibukkan diri

Dengan menyibukkan diri, orang akan dapat terinspirasi untuk dapat berbuat lebih baik. Hal ini akan lebih mungkin untuk mengatasi depresi. Cobalah untuk melakukan kegiatan yang disukai, seperti berjalan santai di taman, berolahraga, membaca buku atau terlibat dalam kegiatan apapun yang dapat membangkitkan gairah dan membuat hati senang. Tetapkan tujuan-tujuan yang berarti dalam hidup. Dengan sikap positif semacam ini, Anda akan mencapai suatu disposisi ceria untuk mengalahkan perasaan putus asa dan depresi.

3. Cukup istirahat dan waktu relaksasi

Mendengarkan musik yang menenangkan, berendam dalam air hangat atau melakukan pijat untuk merelaksasikan otot dapat mengurangi depresi dengan efektif.

4. Makan sehat dan tetap bugar

Hindari makanan yang mengandung banyak gula, kafein, atau alkohol. Gula dan kafein dapat memberikan energi instan, tapi nantinya akan membawa kecemasan, ketegangan dan masalah internal. Sedangkan alkohol adalah depresan. Banyak orang akan minum alkohol untuk melupakan masalahnya. Tapi itu justru hanya memperparah kondisinya. Berolahraga secara teratur adalah perusak dari depresi, karena memungkinkan tubuh untuk memproduksi endorfin lebih dari biasanya. Endorfin kadang-kadang disebut ‘zat kimia bahagia’ karena dapat mengurangi stres dan pendorong rasa bahagia yang alami.

5. Dukungan moral orang terdekat dan bersosialisasi dengan lingkungan


Keluarga, sahabat, teman bahkan tetangga adalah orang-orang yang dapat memberikan dukungan moral kepada Anda. Menghabiskan waktu dan terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat bersama orang-orang terdekat dapat memberikan perasaan yang sangat memuaskan. Jangan pernah meremehkan kekuatan sentuhan. Rangkulan atau pelukan dari orang-orang terdekat dapat menjadi obat ampuh yang dapat menghilangkan stres dan ‘membunuh’ depresi. Selain itu, cinta dan hubungan dekat dengan keluarga serta teman, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menangkal segala macam penyakit. Juga dapat membuat Anda merasa lebih aman, nyaman dan bahagia.

read more

MENCOBA BERANI MEMULAI


Ketika kita menengok ke belakang, mengapa kita sukses saat ini! Mungkin kita akan berpikir juga, mengapa kita bisa sukses? Kapan kita memulainya, hingga kita sukses!

Ketika kita sudah berkeluarga, sering kita bernostalgia! Kenapa keluarga kita sebahagia ini! Kenapa kita seperti ini! Ya…kita bisa lanjut, dulu kenapa ya kita berani memulainya? Modal apa yang kita punya?

Dua contoh tersebut dapat kita gunakan untuk kita merefleksi diri! Benarkah kita ini pemberani? Benarkah kita ini seorang “Champion”? Benarkah kita ini seorang pemimpin? Benarkah kita ini seorang “Teladan”? Ataukah kita ini seorang “Inspirator”? Atau kita ini hanya seorang “Pecundang”?

Contoh lain: Kevin di film Home Alone I, Kevin berani menyepak mesin cuci karena merasa itu jalan satu-satunya membuktikan mesin cuci bukanlah monster. Demikian pula sang kakek yang berhasil menemui anak dan cucunya, ia berani karena memiliki keinginan kuat, setelah diajari oleh Kevin untuk Berani Mencoba!

Semua keadaan ini memang tidak terlepas dari apa yang pernah kita mulai, dari mana kita memulai, kapan kita memulai, siapa partner atau inspirtator ini semua, mengapa kita berani memulai dan bagaimana dulu kita memulai!

Keadaan ini ada karena permulaan masa lalu yang sementara waktu sering kita lupakan, akibatnya kita juga lupa sebenarnya kita ini siapa? Bagaimana keadaan kita waktu itu?


Contoh 1: Ada seorang pemuda yang tanpa modal materi berani menikahi seorang gadis anak orang berada! Ia hanya berbekal komitmen mereka berdua, bukan cinta membara anak muda, tetapi banyak pasangan yang seperti ini dapat mempertahankan perkawinannya selama 24 tahun, meskipun mungkin dalam keadaan/keutuhan keluarga yang compang-camping! Namun komitmen inilah yang mengikat mereka menjadi sekuat ini!


Contoh 2: Ada sepasang kekasih dengan modal saling mencintai (bahkan melebihi dosis), modal ekonomi berlimpah, modal dukungan kedua orang tua dan saudara, modal jaminan masa depan! Tetapi, ternyata modal luar biasa itu tak cukup mempertahankan mahligai keluarga selama lebih dari 10 tahun! Bahkan banyak yang telah rontoh hanya dalam hitungan tahun. Lihat para artis dan anak para konglomerat, betapa demonstratifnya cinta mereka seperti Romi dan Yuli dengan dana keuangan tak terhitung…tetapi hancur juga! Mengapa!


Contoh 1 dan contoh 2 hanya dibedakan oleh satu hal, yaitu komitmen. Komitmen menyebabkan pasangan itu rela menderita, tidak mementingkan ego tetapi mementingkan tujuan mereka berkeluarga. Jika tujuan mereka memperoleh keturunan, maka ia akan memperjuangkan keturunan mereka!


Memulai!
Bagaimana jika kita tarik pada perikehidupan siswa atau mahasiswa! Apakah mereka memiliki komitmen belajar? Apakah benar mereka belajar/kuliah berdasar komitmen membangun masa depannya? Menguasai ilmu? Ataukah hanya sekedar nilai, lulus, melamar pekerjaan, bekerja, menikah, memiliki anak….wah datar sekali! Mereka hidup tanpa dinamika, ia hanyalah manusia yang mengikuti arus air mengalir, ia tak bisa menciptakan hentakan-hentakan, momentum-momentum yang menjadikan hidup adalah dinamis dan hidup menjadi lebih hidup dan bervariasi!


Contoh 3: Adakah seorang perempuan atau lelaki berani menyatakan cinta tanpa sebab? Tidak bukan? Paling tidak selama masa penjajagan dan bergaul, tentu terdapat signal-signal atau tanda-tanda, atau karena geer, atau terlalu pede, atau dijebak, atau dipermainkan, atau dipancing…yang jelas ada sesuatu permulaan yang membuat orang yakin untuk melangkah!
Contoh 4: Siswa/mahasiswa memulai belajar? Apakah dari komitmen ataukah dari stimuli teman, orang tua, cita-cita, atau tersulut oleh sebuah dealisme….ya yang jelas pasti ada permulaan dan tidak mungkin seseorang memulai tanpa sebab.


Jangan salahkan siapa pun, jika terjadi proses memulai, karena ada permulaan dan permulaan terpantik oleh salah satu sebab. Mungkin tumbuhn ya keyakinan,ditemukannya sebuah jalan, munculnya keinginan berdasar pengalan, mungkin karena ada inspirasi sukses seseorang, mungkin kebuah need . Dalam belajar munculnya N ach atau Need for Achievment, kebutuhan akan prestasi dan muncunya harga diri, munculnya kebutuhan rasa aman, atau mungkin yang lebih tinggi keinginanan mewujudkan siapa dirinya!
Sebaliknya, mengapa anak tiba-tiba menjadi malas, tiba-tiba menghentikan proses belajar. Maka sebaliknya, mungkin hilangnya inspirasi belajar, hilangnya kebutuhan berprestasi, hilangnya harapan, hilangnya daya dorong, dan sebagainya!

Keyakinan memiliki peran penting menjadi pemicu dan pemacu atau pembunuh sekaligus pengakhir prosesesi sesuatu. Pelajar belajar karena terinsp[irasi oelh gurunya yang pandai mengidentifikasi sebuah kesuksesan. Keyakinan bahwa ia mampu meraihnya, mampu menjadi sesuatu. Sebaliknya jika inspirasi dan keyakinan diri hilang, maka hilang pula permulaan yang telah mereka mulai. Dan tidak mudah memulai kembali dari start yang kemudian berhenti!.

Tidak mudah menjadi Susno Duaji yang berani menjadi pemula pembukan kasus korupsi, meski pun ia menjadi korban!

Tidak mudah menjadi Columbus yang memulai pertamakali mengelilingi bumi dengan melawan arah! Tidak mudah menjadi perintis, tidak mudah menjadi pelopor, tidak mudah menjadi pemula!

Tidak mudah pemuda berani menyatakan cintanya! Kalau ia tidak memiliki keyakinan yang muncul dari stimuli, pancingan, atau sinyal-sinyal dari sang wanita bakal menerima! Keyakinan adalah kunci!

Maka, jangan salahkan mereka, paling tidak mereka telah memulai! Mengapa ia memulai, karena mereka memiliki keberanian!

Tidak banyak kita temui manusia pemberani. Karena kebanyakan adalah penumpang-penumpang gelap kesuksesan! Berapa orang yang berani menjadi calon Bupati? Yang banyak adalah calon wakil bupati! Berapa banyak calon Presiden, yang banyak bakal calon wakil presiden….(mungkin modalnya kecil).

Berani bercita-cita, berani mengambil resiko, berani mencoba, berani gagal, berani malu, berani menderita, berani mendapat malu, berani………………..memulai!

Mari kita pupuk keberanian, minimal melatih keberanian pada diri sendiri! Apakah Anda takut, itu wajar! Karena kita adalah manusia normal yang memiliki rasa takut, tetapi PERSOALANNYA BUKAN RASA TAKUT, TETAPI BAGAIMANA MENGALAHKAN RASA TAKUT!

Cobalah, paling-paling Cuma gagal…………………………! dan ini resiko keberanian berbuat!

Jadi, mengapa berani memulai…………………………….mungkin….karena sudah tidak takut, memiliki keyakinan, mendapat tanda-tanda keberhasilan, siap gagal, siap malu, siap dipermalukan oleh anak kecil, siap sukses,….atau hanya mencoba-coba……………….masih banyak alasan mengapa kita memulai…………………..karena kita memulai!

read more

CARA BELAJAR MEMBANGKITKAN MOTIVASI

Motivasi merupakan dorongan jiwa yang membuat seseorang melakukan suatu kegiatan yang memiliki tujuan tertentu. Dalam hal ini yang kita bahas tentunya adalah motivasi yang terkait dengan perbuatan yang memiliki tujuan baik seperti motivasi belajar dan motivasi kerja.

Di dalam kehidupan sehari-hari motivasi dapat dilihat dari semangat seseorang di saat ia melakukan suatu aktivitas. Seorang pelajar yang memiliki motivasi tinggi dalam belajar dapat dilihat dari kerajinannya dalam belajar dengan penuh semangatuntuk mencapai prestasi belajar yang maksimal. Seorang pekerjayang memiliki motivasi tinggi dalam bekerja dapat dilihat dari kerajinannya dalam bekerja dengan penuh semangat untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal.

Jenis-jenis motivasi

Secara garis besarnya, motivasi dapat dibagi dalam 2 jenis yaitu:

1. Motivasi intrinsik

Motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam diri orang yang bersangkutan. Misalnya seseorang yang mengikuti kursus bahasa Inggris karena ia memang ingin bisa berbicara bahasa Inggris dengan tujuan tertentu seperti mau belajar atau bekerja di luar negeri, atau ingin menjadi guru bahasa Inggris

2. Motivasi ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luar diri orang yang bersangkutan. Misalnya seseorang yang mengikuti kursus bahasa Inggris karena ingin mencari teman atau pasangan hidup

Baik motivasi intrinsic maupun motivasi ekstrinsik sama-sama mendatangkan manfaat dalam mendorong seseorang untuk berbuat baik seperti belajar, bekerja, berlatih, dll.Dalam hal ini motivasi intrinsik memiliki nilai atau manfaat yang lebih tinggi karena akan mendorong seseorang untuk berbuat baik dengan kesadaran sendiri.

Dengan motivasi intrinsic, para pelajar dan mahasiswa akan belajar dengan kesadaran sendiri dan penuh semangat tanpa harus di suruh oleh orang tuanya. Di samping itu motivasi intrinsic sifatnya lebih permanen daripada motivasi ekstrinsik.

Mengingat pentingnya motivasi dalam mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu yang baik, seperti belajar atau bekerja, maka sangatlah perlu dipahami berbagai cara untuk membangkitkan motivasi.

Bagaimana membangkitkan motivasi ?

Motivasi dapat dibangkitkan dengan berbagai cara yang antara lain adalah:

1. Memahami manfaat dari suatu aktifitas. Sebagai contoh seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar bahasa Inggris jika dia sudah memahami apa saja manfaat dari belajar bahasa Inggris.

2. Menetapkan tujuan yang baik. Seorang pelajar yang sudah menetapkan tujuan belajar atau cita-cita, akan memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan pelajar yang belum menetapkan tujuan belajar atau cita-cita.

3. Menciptakan suasana yang nyaman di lingkungan belajar atau di lingkungan pekerjaan.

4. Mendapatkan nasehat atau saran dari orang lain dalam belajar atau bekerja dengan penuh kesadaran.

5. Menjalin hubungan baik dengan orang-orang di sekitar lingkungan kerja, terutama dengan mereka yang terkait langsung dalam kerja sama bersama kita. Hindari permusuhan yang hanya akan membuat hati tidak tenang dan melemahkan motivasi kerja.

6. Mendapatkan sugesti positif dari orang lain di mana sugesti tsb berpengaruh untuk membangkitkan motivasi.

7. Menerima pembangkitan motivasi dari motivator yang tepat seperti orang tua, saudara, guru, konselor, therapis, atau relasi lain yang bisa berperan sebagai seorang motivator.

8. Menghindari hal-hal yang bisa melemahkan motivasi seperti kejenuhan, pengaruh negatif dari orang lain, dan kondisi negative atau tidak nyaman pada llingkungan yang bisa melemahkan semangat belajar atau bekerja.

9. Memperkuat self sugesti atau sugesti pada diri sendiri yang antara lain bisa diperoleh dengan latihan meditasi.

10. Melengkapi berbagai fasilitas yang diperlukan untuk menunjang kegiatan belajar atau bekerja.

11. Menanamkan kesadaran bahwa belajar atau bekerja merupakan kegiatan yang bisa digolongkan sebagai ibadah.

Dari sekian banyak cara membangkitkan motivasi tsb, anda perlu lebih mengutamakan untuk membangkitkan motivasi intrinsic, karena motivasi intrinsic akan membuat anda bisa belajar atau bekerja dengan penuh kesadaran tanpa harus diperintah oleh orang lain. Dengan motivasi intrinsic, anda akan menjadi orang yang memiliki inisiatif sendiri dalam belajar atau bekerja. Anda akan menjadi seorang yang mandiri dan selanjutnya andapun akan bisa menjadi orang yang kreatif.

read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
<><>
 
Copyright © terberita news | Powered by Blogger | Terberita Blog